Telp: +6221 73883134 - www.dpkonsultan.com - jasa konsultan iso 9001, iso 9001, badan sertifikasi iso 9001, jasa konsultan SERTIFIKASI ISPO, jasa konsultan csms, ahli CSMS, jasa csms, jasa konsultan SERTIFIKASI OHSAS 18001, SERTIFIKASI BPOM, jasa sertifikasi SKT MIGAS, jasa studi kelayakan, konsultan business plan, AHLI HSE PLAN, supply chain consultant, JASA IZIN SIPA, UKLUPL, AMDAL, IZIN LIMBAH B3, IPLC, SPPL, SERTIFIKASI ISO 14001, SUPPLY HSE OFFICER, TRAINING ISO, Set Up Restoran

Jumat, 13 Januari 2017

Program K3 proyek konstruksi



Sekarang pemerintah sedang berpacu dalam pembangunan infrastuktur di seluruh Indonesia. Dalam sebuah proyek konstruksi, dalam proses pembangunannya sesuai dengan acuan smk3 ataupun hse (csms) dalam istilah bidang oil and gas. Program k3 proyek konstruksi adalah Sebagai implementasi program K3 pada proyek konstruksi dapat  kita bagi menjadi beberapa hal elemen penting yang harus kita perhatikan, yaitu:

Dalam hal kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja konstruksi dan bidang lainnya. Pihak tim manajemen (hse team) harus membuat kebijakan K3 yang akan menjadi landasan keberhasilan K3 dalam kegiatan proyek konstruksi. Isi kebijakan merupakan komitmen dan dukungan dari manajemen puncak terhadap pelaksanaan K3. Kebijakan K3 tersebut harus direalisasikan kepada seluruh karyawan dan digunakan sebagai kesadaran kebijakan proyek yang lain. Kebijakan yang dimaksud haruslah disahkan oleh top level manajemen, dan kebijakan tersebut disosialisasikan oleh tim dan di gantung (temple) di lokasi dimana selalu di lalui oleh karyawan proyek tersebut. Hal ini dapat membantu pekerjaan tim hse yang di bentuk (MR) dalam hal company atau sosialisasi HSE tersebut.

2.       Administrasi dan Prosedur
Tim HSE yang telah di tunjuk (minimal memiliki sertifikasi ahli K3) juga harus Menetapkan sistem organisasi pengelolaan K3 dalam proyek serta menetapkan personil dan petugas yang menangani K3 dalam proyek. Menetapkan prosedur, jobs desc atau SOP dan system kerja K3 selama proyek berlangsung termasuk tugas dan wewenang semua yang terkait. Kontraktor harus memiliki Organisasi yang mempunyai K3 yang besarnya sesuai dengan kebutuhan dan lingkup kegiatan. Tim hse boleh saja menghire beberapa HSE officer untuk ditempatkan di beberapa titik dari di area proyek tersebut. Hse officerlah yang akan memantau dan melakukan control terhadap semua proses berjalannya proyek dan mengontol apakah semua procedure dan sop yang telah di tetapkan terimplementasi di lapangan atau tidak dan kendala apa yang ditemukan dilapangan.

3.       Akses kepada penanggung jawab proyek.
Akses kepada penangung jawab proyek maksudnya adalah Personal yang cukup yang bertanggung jawab langsung dalam mengelola kegiatan K3 dalam perusahaan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. Personal ini sering kami sebut HSE manager atau Proyek Manager (hanya masalah istilah penamaan saja). Personil project manajer atau hse manajer disini harusnya personal telah lulus sertifikasi ahli K3 yang di terbitkan oleh kemenaker RI dan pekerja yang cakap dan kompeten dalam menangni setiap jenis pekerjaan serta mengetahui system cara kerja aman untuk masing-masing kegiatan. Hal ini penting biamana di lokasi terjadi sesuatu yang tidak by design.



Manual K3 sebagai kebijakan K3 dalam perusahaan/proyek , Prosedur kerja akan sesuai dengan jenis pekerjaan dalam kontrak yang sedang dikerjakan. Manual dokumen k3 ini akan menjadi acuan dalam implementasi k3 itu sendiri.
Dokumen yang ada harus disesuaikan dengan proyek yang ada. Di dikumen tersebut diantaranya berisikan tentang sop, jobs desc, kpi , dokumen identifikasi bahaya , procedure evakusi, schedule dan bukti laporan bulanan hse, morning breafing dan lain-lain.

5.       Identifikasi Bahaya.
Pencegahan lebih baik daripada pengobatan, kalimat tersebut sangat klasik dan sangat lama sekali, tetapi sampai sekarang itu masih relepan dengan kondisi sekaran, apalahi biaya berobat tambah membengkak….he……..he………. Sebelum memulai suatu pekerjaan, harus dilakukan identifikasi bahaya, guna mengetahui potensi bahaya dalam setiap pekerjaan. Identifikasi bahaya dilakukan bersamaan dengan pengadaan pekerjaan dan safety departemen atau P2K3. Identifikasi bahaya menggunakan teknik yang sudah baru seperti check list, what if, how if,  hazard dan sebagainya. Morning breafing adalah salah satu upaya melakukan identifikasi bahaya.
Semua hasil identifikasi bahaya harus didokumentasikan dengan baik dan dijadikan pedoman dalam melakukan setiap kegiatan. Identifikasi bahaya harus dilakukan pada setiap kegiatan pekerjaan konstruksi yang meliputi:

1.       Tahap perencanaan (Design Phase)
2.       Pengadaan/ Pelelangan (Procurement)
3.       Konstruksi
4.       Pengujian dalam rangka serah terima (Commisioning dan start up)
5.       Penyerahan kepada pemilik
6.       Masa pemeliharaan/perawatan bangunan
7.       Project Safety Review

Sesuai dengan perkembangan proyek, dilakukan kajian K3 yang mencakup kehandalan K3 dalam rancangan da pelaksanaan pembangunannya. Kajian K3 dilaksanakan untuk meyakinkan bahwa proyek dibangun dengan standar keselamatan yang baik sesuai dengan persyaratan. Bila diperlukan kontraktor harus melakukan project safety review untuk setiap tahapan kegiatan kerja, terutama bagi kontraktor EPC (Engineering, Procurement, Contruction). Projet safety review bertujuna untuk mengevaluasi potensi bahaya dalam setiap tahapan project secara sistematis. Dari hasil review tersebut akan melahirkan kesimpulan dan kesimpulan ini akan menjadi dokumen K3 di kemudian hari, Mudah bukan???

6.       Pembinaandan Pelatihan
Sudah wajib hukumnya, setiap proyek (owner) membuat kebijakan dalam peningkatan SDM dengan pelatihan dan pembinaan. Pembinaan dan pelatihan K3 untuk semua karyawan dari level terendah sampai level tertinggi dan dilakukan suatu proyek dimulai dan dilakukan secara berkala. Materi pembinaan dan pelatihan antara lain:

1- Awarness K3
  - Training sertifikasi keahlian
  - Kebijakan K3 Proyek
  - Cara bekerja dengan aman
  - Cara penyelamatan dan penanggulangan dalam keadaan darurat.
  - Dan lain lain.

Demikian kami share tentang elemen-elemen program K3  apa saja yang sangat dominan dalam mengerjakan sebuah proyek konstruksi. Semoga hal ini dapat membantu para pihak pelaku bisnis konstruksi di Indonesia.  Program K3 proyek konstruksi ini harus berjalan, bilamana target ingin tercapai.

Detail tentang program k3 proyek konstruksi ini silahkan menghubungi kami. Atau anda tertaring mendapatkan sertifikasi iso 9001:2015 atau sertifikasi smk3 dari kemenaker RI atau barangkali perusahaan anda bersiap-siap ikut prakualifikasi tender di oil and tetapi terkendala dengan ketidakadannya dokumen csms atau hse plan? Contact kami sekarang.


DP konsultan
Telp / Wa: 0813801 63185
Email       : info@dpkonsultan.com


Share:
Lokasi: Jl. Asia Afrika, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia

Cari artikel lain disini

Label

Daftar Blog Saya

Translate